my brother who will come to indonesia soon...
just try to find my way. way to speak, way to listen, way to laugh, way to cry, way to dream and way to know bout myself...
Tuesday, January 22, 2008
Angkuh
Aku adalah seorang yang keras hati
Yang tak pernah merasakan
Kelembutan hati
hingga disini
Di penantian terakhir
Ku berjumpa dengan engkau
Terpikat aku jadinya
Engkaulah sang mentari yang menyinari bumi
Dan akan menghangatkan gairah hatiku
Engkaulah embun pagi yang membasuhi tanah
Dan akan menyegarkan setiap lelah jiwaku..
Lama sudah aku sendiri
Dituntun langkah-langkah kaki
Mencoba menentang kerasnya hantaman hidup
Aku akui..
aku tak mampu menahan semua
Meruntuhkan kerasnya..
angkuhnya dinding hatiku
Engkaulah sang pelangi yang mewarnai langit
Dan akan memayungi gelisah hatiku
Engkaulah angin malam yang menebarkan wangi
Dan akan mengharumi hari-hari bahagiaku
Monday, January 14, 2008
Thank God, I Found Him...
Tuesday, January 8, 2008
kosong..
Friday, January 4, 2008
pacar pertama...
hari ini,
seperti biasa pulang kerja naek bis antar kota.
pas mau bayar, ternyata dah ada orang yang bayarin.
waktu tanya ma bapak kondektur. si bapak cuman bilang udah dibayarin sama orang di belakang.
sempat berpikir sejenak, bertanya2 sapa yang mau bayarin bis tanpa mau diketau identitasnya. tapi beruhubung pak kondektur bilang kalo yang bayarin bis tadi dah turun, maka mulailah mengisi perjalanan dengan tidur di bis.
tidur belum begitu pules, pak kondektur dateng lagi dengan secarik kertas bertuliskan nama dan nomor HP. mikir sejenak, inget2 nama orang yang tertulis di kertas itu. waktu noleh ke belakang, seseorang melambaikan tangannya...
it's surprise!!
ternyata dia mantan pacar dulu.
ceritanya pacar pertama, waktu dulu masih 'monyet-monyetan'...
ha ha ha...
banyak yang berubah dari dia. and gak nyangka dia masih mengingat meski dah (mungkin) sepuluh taun pisah.
it's nice to see u again, guy!!!
Thursday, January 3, 2008
Barangkali Cinta...
Barangkali cinta...
jika darahku mendesirkan gelombang yang tertangkap oleh darahmu,
dan engkau beriak karenanya.
darahku dan darahmu, terkunci dalam nadi yang berbeda,
namun berpadu dalam badai yang sama.
Barangkali cinta...
jika napasmu merambatkan api yang menjalar ke paru-paruku
dan aku terbakar karenanya.
Napasmu dan napasku bangkit dari rongga dada yang berbeda,
namun lebur dalam bara yang satu.
Barangkali cinta...
jika ujung jariku mengantar pesan yang menyebar ke seluruh sel kulitmu
dan engkau memahamiku seketika.
Kulitmu dan kulitku, membalut dua tubuh yang berbeda,
namun berbagi bahasa yang serupa.
Barangkali cinta...
jika tatap matamu membuka pintu menuju jiwa
dan aku dapati rumah yang kucari.
Matamu dan mataku tersimpan dalam dua kelopak yang terpisah,
namun bertemu dalam setapak yang searah.
Barangkali cinta...
karena darahku, napasku, kulitku dan tatap mataku
kehilangan semua makna dan gunanya jika tak ada kau di seberang sana.
Barangkali cinta...
karena darahmu, napasmu, kulitmu, dan tatap matamu
kehilangan semua perjalanan dan tujuan jika tak ada aku di seberang sini.
Pastilah cinta...
Yang punya cukup daya, hasrat, kelihaian, kecerdasan,
dan kebijaksanaan untuk menghadirkan
engkau, aku, ruang, waktu,
dan menjembatani semuanya demi memahami dirinya sendiri.
*copy paste from dewi 'dee' lestari poem
*dedicated to someone who always be my inspiration
Subscribe to:
Posts (Atom)