alin cintaku was..

Lilypie Kids Birthday tickers
Showing posts with label poem and song. Show all posts
Showing posts with label poem and song. Show all posts

Thursday, January 3, 2008

Barangkali Cinta...



Barangkali cinta...
jika darahku mendesirkan gelombang yang tertangkap oleh darahmu,
dan engkau beriak karenanya.
darahku dan darahmu, terkunci dalam nadi yang berbeda,

namun berpadu dalam badai yang sama.

Barangkali cinta...

jika napasmu merambatkan api yang menjalar ke paru-paruku
dan aku terbakar karenanya.
Napasmu dan napasku bangkit dari rongga dada yang berbeda,

namun lebur dalam bara yang satu.

Barangkali cinta...

jika ujung jariku mengantar pesan yang menyebar ke seluruh sel kulitmu
dan engkau memahamiku seketika.
Kulitmu dan kulitku, membalut dua tubuh yang berbeda,

namun berbagi bahasa yang serupa.

Barangkali cinta...

jika tatap matamu membuka pintu menuju jiwa
dan aku dapati rumah yang kucari.
Matamu dan mataku tersimpan dalam dua kelopak yang terpisah,

namun bertemu dalam setapak yang searah.

Barangkali cinta...

karena darahku, napasku, kulitku dan tatap mataku
kehilangan semua makna dan gunanya jika tak ada kau di seberang sana.

Barangkali cinta...

karena darahmu, napasmu, kulitmu, dan tatap matamu
kehilangan semua perjalanan dan tujuan jika tak ada aku di seberang sini.

Pastilah cinta...
Yang punya cukup daya, hasrat, kelihaian, kecerdasan,

dan kebijaksanaan untuk menghadirkan
engkau, aku, ruang, waktu,
dan menjembatani semuanya demi memahami dirinya sendiri.


*copy paste from dewi 'dee' lestari poem
*dedicated to someone who always be my inspiration

Monday, May 21, 2007

Rangga's poems...

"PUISI RANGGA I"

Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur di hatimu
yang berdinding kelam dan kedinginan

Ada apa dengannya
Meninggalkan hati untuk dicaci
Lalu sekali ini aku melihat karya surga dari mata seorang hawa

Ada apa dengan cinta

Tapi aku pasti akan kembali dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya..

Bukan untuknya,
bukan untuk siapa
Tapi untukku
Karena aku ingin kamu

Itu saja.


"PUISI RANGGA II"

Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
kulari ke pantai kemudian teriakku
sepi, sepi dan sendiri
aku benci

Aku ingin bingar
aku mau di pasar
bosan aku dengan penat
dan enyah saja kau pekat
seperti berjelaga
jika ku sendiri

Pecahkan saja gelasnya
biar ramai
biar mengaduh
sampai gaduh

Ah...ada malaikat
menyulamjaring laba-laba belang
di tembok keraton putih
kenapa tak goyangkan
saja loncengnya
biar terdera

Atau aku harus lari ke hutan
belok ke pantai .........


Tuesday, May 1, 2007

beraja...



ku ingin membencimu,
agar galau ini berlalu...

ku ingin membencimu,
saat mataku tak mampu tutupi kenyataan,
membukakan luka...

ku ingin membencimu,
meski air mata mengalir, sanubari menjerit,
bahkan do'a masih berujud utama...

ku ingin membencimu,
bersama ketidakrelaan hati melakukannya,
ku ingin membencimu,
sebab,
aku teramat mencintaimu...

Sunday, April 29, 2007

Almost here...



did i hear you right,
'cause i thought you said, let's think it over...
you have been my life,
And i never planned, growing old without you...
shadows bleeding through the light,
where a love once shined so bright,
came without a reason...
dont let go on us tonight,
love's not always black and white,
haven't i always loved you...?
but when i need you, u're almost here,
and i know that's not enough..
but when i'm with you, i'm close to tears,
'cause you're only almost here..
i would change the world, if i had a chance,
wont you let me?
treat me like a child, throw your arms around me,
please protect me...
bruised and batterred by your words,
dazed and shattered how it hurts,
haven't i always loved you..?
but when i need you, you're almost here
(well, i never know how far behind i'd left you)
and when i hold you, you're almost her
(well, i'm sorry that i took our love for granted)

Mimpi...




(1)

detik terangkai menit,
butiran hari, pun,
laju...

bawa langkah,
terhenti disini...

menjumpamu,
tercipta kenangan,
cerita,
tawa,
bunga...

namun,
kembaliku harus tersadar,
terjaga dari mimpi,
sendiri,
lagi!!!

(2)

namun,
mimpi menciptaku,
tegarkanku,
hiaskan senyum di hariku,
tak berhenti...

kini,
terimakasihku,
atas mimpi yang indah ini...

Tuesday, April 24, 2007

Puisi untuk Istri dari Lelaki yang Kupacari


Jangan tanya adakah aku mencintainya
Lelaki hyena ada di mana-mana
Jangan kira aku percaya padanya
Meskipun katanya aku Cleopatra
Padahal aku cuma stasiun kereta

Entah apa yang sedang kulakukan
Ketika kulayarkan dendamku dulu
Ia mampir menawarkan pelukan
Lantas kubayar dengan bulan setengah bulat

Melautlah segala kebencian
Yang ditanam lelaki sebelumnya

Barangkali aku memang mencintainya
Seperti cinta kanak pada peri ungu
Barangkali juga aku cuma hyena betina

Lelakimu terus menghujaniku dengan bunga dan mimpi

Sementara kudengar isak burung bangau di padang pasir

"Laut begitu jauh, begitu jauh debur ombak"
bayangmu gemetaran di tengah terik padang
tak ada tangis ada oase di bening matamu

aku merasa bersalah

Pada bulan ke tujuh belas dendamku lunas
Cintaku ludas terus menerus dimakan bayang putihmu

Kudatangi dirimu
Kau sambut aku dengan pisau dapur di tangan

"Lihat, aku tidak memakai rok mini
aku tidak merokok
aku tidak suka film porno
aku benci diskotik
aku tidak pernah mencopet dompet suamimu
aku selalu menyuruhnya pulang ke rumahmu"

"Aku tak punya apa-apa selain suamiku"
Suaramu kah itu yang gemetar tertelan putus asa?

Ada laut memisahkan kita
Di mana perahu nabi Nuh?
Ingin aku berlayar ke pulaumu
Memeluk kakimu seperti pernah sekali
Kucium kaki bunda

Kau diam membisu di situ
Dalam api yang kukenal betul baranya

Sesungguhnya
Aku adalah dirimu
Entah di mana pernah kubaca
Perempuan di mana-mana
Kembar dalam perasaan

Kemarikan pisaumu
Biar aku mati di ujungnya
Jika ini satu-satunya cara
Menghentikan pendulum bingung diaun-ayun waktu

(thank to lilis M.)

Saturday, April 21, 2007

when the stars go blue...



where do you go,
when you lonely...

where do you go,
when you're blue...

i'll follow you,
when the stars go blue...